Arsip untuk Maret, 2008

24
Mar
08

Brotherhood VS Community

Memiliki sesuatu yang kita sukai menjadikannya hobi, tentu sangat menyenangkan apalagi memiliki wadah penyaluran hobi tersebut, sebagai tempat tukar saran serta menambah wawasan akan hobi tersebut. Belum lagi menambah persahabatan dan pergaulan makin luas, karena memiliki kesamaan hobi, tidak hanya dalam wadah organisasi yang sama tentu dengan organisasi atau club/komunitas lain yang sejenis, kita dapat memperkaya pergaulan dan mempererat persahabatan. Namun lika-liku dalam club/komunitas tentu tidak sesederhana itu, karena kita sebagai anggota akan dihadapi oleh wilayah struktural dan birokrasi, makin besar club/komunitas makin lengkap pula struktur dan aturan-aturannya, baik yang sifatnya semi mengikat maupun yang ekstrem mengikat. Keberadaan aturan/regulasi secara struktur tentunya bertujuan mengarahkan atau mengkordinasi organisasi agar dapat teratur baik distribusi informasi maupun kepentingan administrasi lainnya. Bila motifasi awal kita memasuki sebuah club/komunitas adalah untuk menyalurkan hobi dan pengetahuan atas hobi tersebut, namun sepanjang perjalanan penyaluran hobi bersama club/komunitas menerima konflik-konflik kepentingan yang tidak sesuai dengan harapan, malah menambah permasalahan baru yang mengaburkan “Penyaluran” hobi itu sendiri, lalu apa yang terjadi ? apa yang dapat kita lakukan ?, anda dapat menilainya sendiri. Sebenarnya apa sih yang menarik dari Club/Komunitas ??? , dan apa yang menyatukan anggotanya dalam satu club/Komunitas??  Jawabannya tidak lain adalah HOBI….. jadi sebenarnya yang mengikat anggota dalam satu club/komunitas adalah kesamaan hobi, kesediaan anggota dalam menghabiskan waktu bersama club/komunitas adalah HOBI yang sama, lalu masih perlu kah aturan mengenai aturan kehadiran di club/komunitas? Yang jelas-jelas anggota hadir karena rasa ketertarikan atau hobinya, bukan karena “kewajiban” yang berakhir “sangsi-sangsi”, lucu bila ada club/komunitas yang memberlakukan sangsi bagi anggota yang tidak memenuhi hobinya sendiri…..Bagaimana menurut anda ???

24
Mar
08

Keluh Kesah Pengguna Jalan

Jalan-jalan di kota Jakarta kini makin padat oleh para pengguna jalan, mulai dari motor, mobil, pedagang kaki lima, hingga pejalan kaki, belum lagi jalan-jalan yang berlubang dan genangan air yang menggenai lubang tersebut. Makin lengkap perjuangan dari rumah ketempat tujuan dan kembali lagi ke rumah. Keadaan sesak dan macet belum lagi polusi udara yang meramaikan sepanjang perjalanan, membuat tekanan darah makin meningkat, stress dan emosi yang mewarnai perjalanan tentunya sangat tidak nyaman bila terjadi berulang ulang dan merupakan bagian dari rutinitas kita sehari-hari, hal ini tentu dialami oleh hamper seluruh pengguna jalan, baik roda dua, roda empat bahkan pengguna jalan sekalipun. Sebagai pengguna roda dua alias motor, yang pertumbuhan pengguna roda dua kini makin marak, bahkan populasinya melebihi kapasitas jalan-jalan dijakarta. Adakah jalan keluar dari semua rutinitas perjalanan dipagi dan sore atau malam ketika kita kembali pulang ke Rumah ??.

Hingga saat ini belum ada jawaban atas pertanyaan itu, kecuali kita menikmati dan memaklumi keadaan seperti ini. Mau tidak mau, suka tidak suka, memang begitulah keadaan jalan di kota besar Jakarta, Siapa yang mesti bertanggung jawab atas kemacetan dijalan, mungkin sistem tata ruang kota yang salah atur, atau memang ketidak seimbangan laju pertumbuhan kendaraan di Jakarta, belum lagi kedisiplinan pengguna jalan yang sangat kurang. Apa yang dapat kita lakukan ?, “disiplin dan taat aturan”

Mungkin itu kunci agar terlepas dari belenggu ketidak nyamanan diri ditengah-tengah kemacetan, macet tidak dapet dihindari, dan kemacetan dapat mengakibatkan stress dan tekanan emosi meningkat, kurangi hal-hal buruk tersebut dengan sikap disiplin dan taat aturan, walau orang lain tidak berlaku sama, setidaknya kita telah menciptakan ketertiban dari diri sendiri, juga membuat suasana hati nyaman mengurangi tekanan emosi, walau berada ditengah-tengah ketidak nyamanan.

 

17
Mar
08

BELAJAR DARI WAJAH

Menarik sekali jikalau kita terus menerus belajar tentang fenomena apapun yang terjadi dalam hiruk-pikuk kehidupan ini. Tidak ada salahnya kalau kita buat semacam target. Misalnya : hari ini kita belajar tentang wajah. Wajah? Ya, wajah. Karena masalah wajah bukan hanya masalah bentuknya, tapi yang utama adalah pancaran yang tersemburat dari si pemilik wajah tersebut.

 

Ketika pagi menyingsing, misalnya, tekadkan dalam diri : “Saya ingin tahu wajah yang paling menenteramkan hati itu seperti apa? Wajah yang paling menggelisahkan itu seperti bagaimana?” karena pastilah hari ini kita akan banyak bertemu dengan wajah orang per orang. Ya, karena setiap orang pastilah punya wajah. Wajah irtri, suami, anak, tetangga, teman sekantor, orang di perjalanan, dan lain sebagainya. Nah, ketika kita berjumpa dengan siapapun hari ini, marilah kita belajar ilmu tentang wajah.

 

Subhanallaah, pastilah kita akan bertemu dengan beraneka macam bentuk wajah. Dan, tiap wajah ternyata dampaknya berbeda-beda kepada kita. Ada yang menenteramkan, ada yang menyejukkan, ada yang menggelikan, ada yang menggelisahkan, dan ada pula yang menakutkan. Lho, kok menakutkan? Kenapa? Apa yang menakutkan karena bentuk hidungnya? Tentu saja tidak! Sebab ada yang hidungnya mungil tapi menenteramkan. Ada yang sorot matanya tajam menghunjam, tapi menyejukkan. Ada yang kulitnya hitam, tapi penuh wibawa.

 

Pernah suatu ketika berjumpa dengan seorang ulama dari Afrika di Masjidil Haram, subhanallaah, walaupun kulitnya tidak putih, tidak kuning, tetapi ketika memandang wajahnya… sejuk sekali! Senyumnya begitu tulus meresap ke relung qolbu yang paling dalam. Sungguh bagai disiram air sejuk menyegarkan di pagi hari. Ada pula seorang ulama yang tubuhnya mungil, dan diberi karunia kelumpuhan sejak kecil. Namanya Syekh Ahmad Yassin, pemimpin spiritual gerakan Intifadah, Palestina. Ia tidak punya daya, duduknya saja di atas kursi roda. Hanya kepalanya saja yang bergerak. Tapi, saat menatap wajahnya, terpancar kesejukan yang luar biasa. Padahal, beliau jauh dari ketampanan wajah sebagaimana yang dianggap rupawan dalam versi manusia. Tapi, ternyata dibalik kelumpuhannya itu beliau memendam ketenteraman batin yang begitu dahsyat, tergambar saat kita memandang sejuknya pancaran rona wajahnya.

 

Nah, saudaraku, kalau hari ini kita berhasil menemukan struktur wajah seseorang yang menenteramkan, maka caru tahulah kenapa dia sampai memiliki wajah yang menenteramkan seperti itu. Tentulah, benar-benar kita akan menaruh hormat. Betapa senyumannya yang tulus; pancaran wajahnya, nampak ingin sekali ia membahagiakan siapapun yang menatapnya. Dan sebaliknya, bagaimana kalau kita menatap wajah lain dengan sifat yang berlawanan; (maaf, bukan bermaksud meremehkan) ada pula yang wajahnya bengis, struktur katanya ketus, sorot matanya kejam, senyumannya sinis, dan sikapnya pun tidak ramah. Begitulah, wajah-wajah dari saudara-saudara kita yang lain, yang belum mendapat ilmu; bengis dan ketus. Dan ini pun perlu kita pelajari.

 

Ambillah kelebihan dari wajah yang menenteramkan, yang menyejukkan tadi menjadi bagian dari wajah kita, dan buang jauh-jauh raut wajah yang tidak ramah, tidak menenteramkan, dan yang tidak menyejukkan.

 

Tidak ada salahnya jika kita evalusi diri di depan cermin. Tanyalah; raut seperti apakah yang ada di wajah kita ini? Memang ada diantara hamba-hamba Allah yang bibirnya di desain agak berat ke bawah. Kadang-kadang menyangkanya dia kurang senyum, sinis, atau kurang ramah. Subhanallaah, bentuk seperti ini pun karunia Allah yang patut disyukuri dan bisa jadi ladang amal bagi siapapun yang memilikinya untuk berusaha senyum ramah lebih maksimal lagi.

 

Sedangkan bagi wajah yang untuk seulas senyum itu sudah ada, maka tinggal meningkatkan lagi kualitas senyum tersebut, yaitu untuk lebih ikhlas lagi. Karena senyum di wajah, bukan hanya persoalan menyangkut ujung bibir saja, tapi yang utama adalah, ingin tidak kita membahagiakan orang lain? Ingin tidak kita membuat di sekitar kita tercahayai? Nabi Muhammad SAW, memberikan perhatian yang luar biasa kepada setiap orang yang bertemu dengan beliau sehingga orang itu merasa puas. Kenapa puas? Diriwayatkan bahwa Nabi Muhammad SAW – bila ada orang yang menyapanya – menganggap orang tersebut adalah orang yang paling utama di hadapan beliau. Sesuai kadar kemampuannya.

 

Walhasil, ketika Nabi SAW berbincang dengan siapapun, maka orang yang diajak berbincang ini senantiasa menjadi curahan perhatian. Tak heran bila cara memandang, cara bersikap, ternyata menjadi atribut kemuliaan yang beliau contohkan. Dan itu ternyata berpengaruh besar terhadap sikap dan perasaan orang yang diajak bicara.

 

Adapun kemuramdurjaan, ketidakenakkan, kegelisahan itu muncul ternyata diantara akibta kita belum menganggap orang yang ada dihadapan kita orang yang paling utama. Makanya, terkadang kita melihat seseorang itu hanya separuh mata, berbicara hanya separuh perhatian. Misalnya, ketika ada seseorang yang datang menghampiri, kita sapa orang itu sambil baca koran. Padahal, kalau kita sudah tidak mengutamakan orang lain, maka curahan kata-kata, cara memandang, cara bersikap, itu tidak akan punya daya sentuh. Tidak punya daya pancar yang kuat.

 

Orang karena itu, marilah kita berlatih diri meneliti wajah, tentu saja bukan maksud untuk meremehkan. Tapi, mengambil tauladan wajah yang baik, menghindari yang tidak baiknya, dan cari kuncinya kenapa sampai seperti itu? Lalu praktekkan dalam perilaku kita sehari-hari. Selain itu belajarlah untuk mengutamakan orang lain!

 

Mudah-mudahan kita dapat mengutamakan orang lain di hadapan kita, walaupun hanya beberapa menit, walaupun hanya beberapa detik, subhanallaah.***

17
Mar
08

KELUARGA KUNCI KESUKSESAN

Bismillaahirrahmaanirrahiim

 

Seringkali kita dengar orang-orang yang membangun karir bertahun-tahun akhirnya terpuruk oleh kelakuan keluarganya. Ada yang dimuliakan di kantornya tapi dilumuri aib oleh anak-anaknya sendiri, ada yang cemerlang karirnya di perusahaan tapi akhirnya pudar oleh perilaku istrinya dan anaknya. Ada juga yang populer di kalangan masyarakat tetapi tidak populer di hadapan keluarganya. Ada yang disegani dan dihormati di lingkungannya tapi oleh anak istrinya sendiri malah dicaci, sehingga kita butuh sekali keseriusan untuk menata strategi yang tepat, guna meraih kesuksesan yang benar-benar hakiki. Jangan sampai kesuksesan kita semu. Merasa sukses padahal gagal, merasa mulia padahal hina, merasa terpuji padahal buruk, merasa cerdas padahal bodoh, ini tertipu!

 

Penyebab kegagalan seseorang diantaranya :

 

 

* Karena dia tidak pernah punya waktu yang memadai

untuk mengoreksi dirinya. Sebagian orang terlalu sibuk dengan kantor, urusan luar dari dirinya akibatnya dia kehilangan fondasi yang kokoh. Karena orang tidak bersungguh-sungguh menjadikan keluarga sebagai basis yang penting untuk kesuksesan.

 

* Sebagian orang hanya mengurus keluarga dengan sisa waktu, sisa pikiran, sisa tenaga, sisa perhatian, sisa perasaan, akibatnya seperti bom waktu. Walaupun uang banyak tetapi miskin hatinya. Walaupun kedudukan tinggi tapi rendah keadaan keluarganya.

 

Oleh karena itulah, jikalau kita ingin sukses, mutlak bagi kita untuk sangat serius membangun keluarga sebagai basis (base), Kita harus jadikan keluarga kita menjadi basis ketentraman jiwa. Bapak pulang kantor begitu lelahnya harus rindu rumahnya menjadi oase ketenangan. Anak pulang dari sekolah harus merindukan suasana aman di rumah. Istri demikian juga. Jadikan rumah kita menjadi oase ketenangan, ketentraman, kenyamanan sehingga bapak, ibu dan anak sama-sama senang dan betah tinggal dirumah.

Agar rumah kita menjadi sumber ketenangan, maka perlu diupayakan:

 

# Jadikan rumah kita sebagai rumah yang selalu dekat dengan Allah SWT, dimana di dalamnya penuh dengan aktivitas ibadah; sholat, tilawah qur’an dan terus menerus digunakan untuk memuliakan agama Allah, dengan kekuatan iman, ibadah dan amal sholeh yang baik, maka rumah tersebut dijamin akan menjadi sumber ketenangan.

 

# Seisi rumah Bapak, Ibu dan anak harus punya kesepakatan untuk mengelola perilakunya, sehingga bisa menahan diri agar anggota keluarga lainnya merasa aman dan tidak terancam tinggal di dalam rumah itu, harus ada kesepakatan diantara anggota keluarga bagaimana rumah itu tidak sampai menjadi sebuah neraka.

 

# Rumah kita harus menjadi “Rumah Ilmu” Bapak, Ibu dan anak setelah keluar rumah, lalu pulang membawa ilmu dan pengalaman dari luar, masuk kerumah berdiskusi dalam forum keluarga; saling bertukar pengalaman, saling memberi ilmu, saling melengkapi sehingga menjadi sinergi ilmu. Ketika keluar lagi dari rumah terjadi peningkatan kelimuan, wawasan dan cara berpikir akibat masukan yang dikumpulkan dari luar oleh semua anggota keluarga, di dalam rumah diolah, keluar rumah jadi makin lengkap.

 

# Rumah harus menjadi “Rumah pembersih diri” karena tidak ada orang yang paling aman mengoreksi diri kita tanpa resiko kecuali anggota keluarga kita. Kalau kita dikoreksi di luar resikonya terpermalukan, aib tersebarkan tapi kalau dikoreksi oleh istri, anak dan suami mereka masih bertalian darah, mereka akan menjadi pakaian satu sama lain. Oleh karena itu,barangsiapa yang ingin terus menjadi orang yang berkualitas, rumah harus kita sepakati menjadi rumah yang saling membersihkan seluruh anggota keluarga. Keluar banyak kesalahan dan kekurangan, masuk kerumah saling mengoreksi satu sama lain sehingga keluar dari rumah, kita bisa mengetahui kekurangan kita tanpa harus terluka dan tercoreng

karena keluarga yang mengoreksinya.

 

# Rumah kita harus menjadi sentra kaderisasi sehingga Bapak-Ibu mencari nafkah, ilmu, pengalaman wawasan untuk memberikan yang terbaik kepada anak-anak kita sehingga kualitas anak atau orang lain yang berada dirumah kita, baik anak kandung, anak pungut atau orang yang bantu-bantu di rumah, siapa saja akan meningkatkan kualitasnya. Ketika kita mati, maka kita telah melahirkan generasi yang lebih baik.

 

Tenaga, waktu dan pikiran kita pompa untuk melahirkan generasi-generasi yang lebih bermutu, kelak lahirlah kader-kader pemimpin yang lebih baik. Inilah sebuah rumah tangga yang tanggung jawabnya tidak hanya pada rumah tangganya tapi pada generasi sesudahnya serta bagi lingkungannya.

17
Mar
08

ALTERNATIF BILA PELEK OBLAK

Variasi pelek dipasaran cukup banyak dan variatif, sayangnya untuk beberapa kasus pelek balok variasi untuk motor sport kerap mengalami bearing oblak yang ada di dekat gear belakang. Secara mekanis, bobot tekan dan tarikan bearing sebelah kiri berlebihan, belum lagi bobot yang diterima dari bobot peleknya itu sendiri. Untuk menyiasati cukup mudah, tinggal menambahkan satu bearing dibagian sisi kiri, sehingga jumlah bearing menjadi 3 (tiga), Caranya pada bagian, sisi lubang yang sama tambahkan kedalaman lubang dengan cara membubutnya. Untuk ukuran usahakan sama dengan diameter bearing aslinnya, sedang kedalamannya sesuaikan dengan ketebalan bearing baru. Kini tinggal memotong bushing penghubung yang biasa diapit dibagian tengah bearing, tinggal mengurangi ketebalan bearing tambahan tadi. Dengan begitu dijamin bearing sebelah sisi kiri lebih kuat, mesti aktif dipakai untuk boncengan.

10
Mar
08

CALON PRESIDEN AS BOCAH DARI MENTENG

Seorang bocah kecil bercelana pendek bermain-main di rumahnya di kawasan Menteng dalam, Jakarta Pusat. Setelah waktu berlalu sekian lama, anak itu mengejutkan publik Indonesia. Dia menjadi senator dan bakal jadi calon Presiden AS.

Barack Obama nama anak itu. Dia sempat mengeyam pendidikan di SD Franciscus Asisi di kawasan Menteng Dalam. Dia masuk sekolah pada 1 Januari 1968 dan duduk di kelas 1B. Hanya saja, namanya tercatat sebagai Barry Soetoro. Ayah kandungnya, Barack Husein Obama Sr adalah seorang muslim ahli ekonomi asal Kenya. Sedangkan ibunya, Ann Dunham asal Kansas, AS. Ann merupakan doktor ekonomi pertanian dari University of Hawaii di Manoa, disertasinya tentang pandai besi di Indonesia. Dia pernah menjadi konsultan di BRI.  Namun Barack tercatat sebagai WNI yang lahir di Honolulu, Hawaii, 4 Agustus 1961. Itu karena setelah bercerai dengan Husein Obama, Ann menikah dengan orang Indonesia, L. Soetoro. Sebelum menikah dengan Ann Dunham, Husein Obama telah menikah dengan orang Kenya yang mendapat keturunan tujuh anak. Semua saudara sebapak Barry ini beragama Islam.  Barack tinggal bersama ibu kandung dan ayah tirinya itu di Jalan H. Ramli, di belakang SD Asisi. Di rumah itu tinggal pula adik tirinya, Maya Soetoro.

Layaknya bocah, dengan hanya mengenakan celana pendek Barack sering bermain gundu dan sepakbola. Dia juga sering bermain ke mushala dengan memakai sarung. Saat itu, dia memang beragama Islam namun setelah menikah dengan Michelle, dia pindah agama.

Dia kini memiliki dua orang putri. Dia memang pandai bergaul meski bahasa Indonesianya kurang bagus. Maklum dia berbahasa Inggris bila di rumah, ungkap Emirsyah Satar, direktur utama Garuda Indonesia, yang pernah menjadi teman main Barack.
Namun setelah pindah ke AS dan tinggal bersama neneknya, Emir mengaku tak pernah kontak dengan Barack. Meski demikian, dia mengaku berharap dan berdoa agar senator AS asal Illionis itu bisa memenangkan pertarungan menjadi calon presiden dari Partai Demokrat.

Saya juga berharap, dia berhadil merebut hati mayoritas rakyat Amerika sehingga bisa terpilih menjadi presiden negara adidaya itu, tuturnya, kemarin.

Hanya saja, Emir menyimpan kecemasan peluang Barack menjadi orang nomor satu di negara kaya itu. Dia berkulit hitam. Apakah sudah tuntas isu rasial di negara itu? Ini yang masih jadi tanda tanya besar, ujarnya.

 

Memang dukungan dari banyak kalangan, termasuk kaum selibritis turunan Afrika di Holllywood, begitu besar. Demikian halnya Menlui AS Condoleeza Rice, yang juga berkulit hitam, memberikan dukungan meski dia berasal dari Partai Republik. Tapi tetap saja pertanyaannya adalah apakah rasialisme sudah tidak ada lagi di sana, cetus Emir.

http://www.poskota.co.id/news_baca.asp?id=29295&ik=6

10
Mar
08

PEMASANGAN FILTER OLI

Pemasangan Filter oli yang tidak sesuai dapat menyebabkan oli mesin tidak dapat bersirkulasi dengan baik ke silinder dan silinder cop. Agar dapat gambaranya kita urut dulu bro mekanismenya. Oli mesin dari crank case diarahkan ke filter oli dengan bantuan pompa oli, oli mesin akan ditekan masuk ke kisi-kisi filter dan selanjutnya masuk ke jalur sirkulasi. Seperti yang diarahkan sesuai konstruksi filter oli, pada posisi ini, pemasangan filter oli yang benar. Dengan lubang menghadap kebelakang (arah motor) dan katub searah menghadap ke depan. Nah apa yang terjadi bila filter oli mesin ini terbalik bro??

Berarti yang berhadapan dengan lubang sirkulasi oli mesin adalah bagian katub searah dengan filter oli. Walhasil setelah oli mesin melewati kisi-kisi filter, oli mesin tak akan dapat melanjutkan sirlkulasinya, seperti mekanisme semula. Dalam posisi filter yang benar katub searah dijadikan sebagai jalur by pass. Saat kotoran atau arang pada kisi-kisi filter oli mulai rapat dan tak dapat menyaring oli mesin, maka oli mesin yang memiliki tekanan ini akan menekan katub searah jalur alternatifnya, selanjutnya akan menjuju ke jalur sirkulasi oli mesin dan menuju ke silinder dan silinder cop.




Berkas

Kategori

Add to Google

AGENDA PANSER

Maret 2008
S S R K J S M
    Apr »
 12
3456789
10111213141516
17181920212223
24252627282930
31